Di tengah guyuran abu, alam kini terlihat menua. putih dan bungkuk seperti sedang tertunduk pada penciptaNya. lemah, tak berdaya. Manusia hiruk pikuk, berlarian mencari nyaman peraduan. kematian seperti sejengkal saja di belakang mereka. tapi Indonesia tetap saja Indonesia. kita sibuk berteriak "kenapa harus kami tuhaan??!!"
segelintir orang berteriak AZAB!! ini AZAB , kita sudah miskin harta, miskin iman juga!!dosa kita terlalu banyak!! tuhan Murka!! Hmm..jauh lubuk hatiku tak terima. Tuhan kita tidak jahat! apa mereka yang menjadi korban semuanya berlumur dosa? lalu bagaimana dengan para koruptor?? mereka dengan tenang melenggang ke luar negeri meninggalakan kebobrokan di negeri ini.
segelintir yang lain malah mempermasalahkan KLENIK. antara geli campur kesal aku melihat komentar seorang yang mengaku dirinya pakar klenik, mengatakan bahwa merapi marah karena sultan sekarang tidak berdarah murni, hanya anak dari seorang selir, bukan permaisuri, jadi seharusnya dia tidak berhak menerima tahta. ini ditandai dengan munculnya awan berbentuk petruklah, berbentuk mbah maridjan lah, dan pernyataan terkonyol menjadi klimaks komentar si pakar klenik disertai efek dramatis dan meyakinkan :
"karena itulah dewa-dewa penunggu merapi marah!!"
Hah!! benar-benar tak habis pikir, kenapa orang seperti ini dulu pernah duduk sebagai anggota DPR RI dimana seharusnya orang-orang yang berpikir rasional lah yang bisa menduduki jabatan itu.
Tuhan pasti punya alasan, kita punya akal. intropeksi diri cukup kita sendiri yang memahami. kesatuan hati kita yang dibutuhkan. kita terlalu sibuk dengan urusan pribadi. menangisi nasib, seolah-olah kita manusia paling menderita. curhat di jejaring sosial berharap dapat empati. sekelompok ormas mengatasnamakan agama sibuk memenjarakan Aril , mencari-cari miyabi yang katanya sempat terlihat di Jakarta.
Hey!! lihat mereka para korban bencana!! mereka sungguh berkejaran dengan kematian! mereka tidak bisa memilih. mereka butuh kita yang bersatu, bukan yang terpecah seperti ini.
sekecil apapun, bahkan sekelumit doa yang tiap hari kita panjatkan, yang hanya menyita sekian detik waktu kita. itu semua berarti.
bersyukurlah kita hidup di Indonesia yang selalu diingatkan oleh Tuhan.
Free Template Blogger
collection template
Hot Deals
BERITA_wongANteng
SEO
theproperty-developer
Minggu, 07 November 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar