
Tuhan meletakkan aku dan kamu pada satu labirin. ribuan kelok, sekat dinding yang tebal menjulang tinggi, dan sama sekali tak ada rambu di situ. aku tak tahu harus berbelok kanan, kiri, mendaki atau berbalik arah untuk menujumu. aku tersesat. mulai lelah. bagaimana dengan kamu? katakan. apa saat ini kau tengah bergegas menemukanku atau kau hanya duduk, menyumpah lelah, menghimpun satu per satu nafas untuk bekalmu melanjut langkah berikutnya?
ijinkan aku mengadu padamu, lewat dinding labirin. biar getaran bisikku merambat ke seluruh penjuru dinding yang melekat di telingamu. dengar. aku bukan lelah menujumu. tapi aku lelah melawan cinta lain yang datang. mereka menghunusku dengan bambu runcing. dan aku hanya punya tusuk gigi.bagaimana caranya melawan bambu runcing dengan tusuk gigi??
aku sering kalah untuk tidak mengatakan aku takluk. dan aku benci takluk pada cinta yang salah. hatiku tersesat pada dia..dia..dia..dan entah dia siapa lagi. tolong jemput aku segera! sebelum aku tersesat lagi di rimba luka. bukan aku takut terluka. aku hanya tak ingin kau nanti menemukanku ketika jubahku berubah lusuh. compang-camping tercabik luka.
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
1 komentar:
wah aku juga mau nulis tentang labirin hati.. eh ternyata sudah ada tapi temanya beda kok. salam kenal
Posting Komentar