Kamis, 11 November 2010
HARAP TENANG. ADA UJIAN. UJIAN HIDUP DARI TUHAN. SSSTT…
Diposting oleh
-IrmaTHREEA-
di
12.23
Baru tanggal 11 di bulan November ini dan sudah ada 10 posting di blog ini. Wew. Rekor!! Bulan-bulan kemarin mentok hanya mencapai 5 posting. Saya bangga dengan diri saya sendiri.. T-T *plisdeh*.pasti ini gara-gara obama datang ke Indonesia *apa hubungannya*
Kalau saja aku menjumlah kata yang kukeluarkan lewat mulutku dan dibandingkan dengan jumlah kata yang kukeluarkan lewat jemariku ini. Sepertinya jemariku yang menang. Bulan ini seperti ada yang mengoleskan lem kucing pada mulutku. Dan hanya terbuka ketika interview kerja. Selebihnya tak banyak kata. Bulan ini seperti klimaks dari multiklimaks kehidupan. Seperti Tuhan sedang memberikan ujian akhir tahun. Harus dikerjakan. Tidak boleh nyontek. Lalu aku pasang papan di didekatku. HARAP TENANG.ADA UJIAN. Dan kutambahkan gambar jari telunjuk merapat di depan bibir. Sstt….
“Menulislah karena kamu ingin di dengar” kata Raditya Dika. Pasti karena kata-kata itu posting di blog-qu jadi banyak begini. Aku ingin di dengar, tapi mulutku terlalu letih komat-kamit. Pita suaraku terlalu malas mengeluarkan bunyi. Aku berterima kasih pada jemariku yang sudi menjadi moderator. Setia menyampaikan resah hati yang membuncah.
Aku bingung melihat orang-orang ini. Mereka ingin bicara padaku untuk menghilangkan suntuk mereka. Tapi mereka bingung karena akupun terlihat suntuk. “kenapa kamu nggak semangat? Kalo aku lagi nggak semangat, kamu jangan nggak semangat juga. aku meneleponmu untuk menghilangkan suntukku”. Well…kenapa kamu nggak nelpon badut panggilan aja? Banyak tuh nomor telponnya ditempel di pohon-pohon dan tiang listrik.
Aku manusia. Sama sepertimu. Aku bukan badut yang harus selalu membuatmu tertawa. Bahkan badut pun hanya sebatas kostum. Di dalam badut toh manusia juga kan? misalnya aku ini mesin pembuat ketawa. Lalu ketika aku butuh ketawa aku harus memencet tombol mesin apa? Sepertinya aku harus mulai menjadikan diri sendiri lelucon penting. Tak perlu mencari siapa pun untuk tertawa. Cukup melihat diri sendiri. Dan tak ada seseorang untuk berbagi tawa itu jauh lebih menyedihkan dari pada tidak ada seseorang untuk berbagi sedih.*miris*
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar