Aku adalah dinding. Ada di antara. Menjadi batas. Perantara suaramu dan suaranya. Penghantar sakitmu dan sakitnya. Bagaimana dengan sakitku? Ah..tidak penting. Aku Cuma dinding. Kalian tendang dari sisi yang berseberangan pun aku tetap kokoh. Iya. Kalian saling bersautan teriak, menyumpah atau meludah sekalipun aku toh tetap diam. Diam pun tetap salah. Tidak. Ini bukan salah kalian. Ini salahku kenapa pernah memutuskan ada di antara. Selamanya aku akan terjebak di antara. Sampai udara membuatku keropos. Sampai hujan mengelupas kulitku. Sampai getaran bumi meruntuhkanku. sampai aku benar-benar hancur. Di titik itu baru aku tidak akan lagi ada di antara. Dan kalian akan puas melihat puing-puing ku berserakan.
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
0 komentar:
Posting Komentar