
Apa aku pernah mengatakan bahwa kau itu seperti hujan? kadang kau datang dengan perlahan, kadang juga tergesa bahkan kadang bertubi-tubi dan keras menciumi tanah, lalu kau mengendap sejenak untuk kemudian pergi lagi menuju awan. iya. selalu awan yang menjadi tempatmu menetap. sesekali kau tampakkan pelangi sebagai hiburan, meski kau tahu, itu fatamorgana. tanah tak akan mampu menyentuhnya, juga menahanmu terlalu lama.
kau memang persis seperti hujan. seringkali terlalu lama kau menetap di dalam awan, hingga tanah mulai mengering dan keras, lalu debu bertebangan ke seluruh penjuru untuk mencarimu. tapi kamu, hanya bersembunyi di balik awan, menyaksikan tanah kering ini susah payah menahan terik matahari.
kemudian tiba-tiba kau jatuh. kembali menyentuh tanah, seperti meledek. hujan mungkin tak akan pernah mengerti bahwa tanah kering ini selalu memintanya untuk tak pernah kembali menuju awan. biar menetap di sini. biar tergenang menjadi banjir. biar mengotori. biar manusia tidak pernah suka. tanah kering ini sungguh tidak peduli.
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
0 komentar:
Posting Komentar