
Sudah kutemukan! Orang yang selama ini kucari, yang menjadi biang keladi tiap kali emosiku membuncah, yang selalu membuatku muak! Satu-satunya orang yang kesalahannya tidak bisa kuampuni! Orang itu adalah….aku sendiri.
Aku tidak bisa mengampuni diriku sendiri. Ini keterlaluan. Aku membenci aku yang pernah merusak diriku sendiri. Menjerumuskan diriku sendiri ke dalam jurang kotor. Aku yang kini susah payah merangkak naik di dinding jurang yang curam dan licin. Aku yang selalu tergelincir. Aku yang cuma bisa mengadu pada Tuhan dengan mata sembab setelah semua kebodohan yang telah kulakukan sendiri.
“hei! Kau tahu kan betapa aku membenci kebodohanmu!” teriakku pada cermin. Bayangan masa laluku hanya menunduk lemah. Tak berani menatap aku yang sedang berteriak. Meneriaki kebodohanku.
“Kalau saja aku yang sekarang bisa menjelma menjadi aku yang dulu.” ucapku lirih. Bayangan masa laluku langsung berteriak keras :
“Tidak mungkin!! Meskipun bisa kau menjelma, tapi kau bisa menjadi seperti ini sekarang karena aku! karena kebodohanku! Karena keteledoranku!”
Aku tersentak. dia benar. masa lalu adalah rangkuman waktu yang paling berperan membentuk aku yang sekarang. kebodohanku yang dulu menjadikan aku yang sekarang tidak ingin kembali bodoh. Aku adalah sekumpulan kepingan masa lalu, saat ini dan masa depan yang melekat menjadi satu puzzle utuh. Jika aku membenci satu kepingan saja dan membuangnya, aku tidak akan pernah utuh. Mengampuni diri sendiri berarti aku harus bisa mengampuni aku di masa lalu.
Lalu aku menatap cermin. Bayanganku yang semula menunduk perlahan menegakkan kepalanya dan mulai menatapku. Aku tersenyum.
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
0 komentar:
Posting Komentar