Aku sangat manja. Ayah pun tahu sekali tentang itu, tapi ayah tidak pernah protes. Aku lahir tujuh setengah tahun setelah kakak kedua lahir, 10 tahun setelah kakak pertama lahir dan aku bersyukur menjadi anak terakhir. Kami semua anak perempuan ayah, dan jelas sudah aku menjadi anak perempuan Ayah yang paling manja. Tapi sungguh, aku menikmatinya J, mungkin karena itu pula aku lalu menjadi adik yang menyebalkan untuk kedua kakakku.
Aku bukan anak kandung ayah dan ibu. Itu kata kedua kakakku. Mereka senang sekali melihat ekspresi wajahku tiap kali mereka mengatakan itu. Mereka lalu menambahkan cerita bahwa dulu sewaktu bayi aku dibawa oleh seorang wanita, dimasukkan dalam keranjang bayi lalu ditaruh di depan pintu rumah mereka. Sejak itulah aku lalu menjadi anak ayah dan ibu. Mukaku semakin memerah mendengar cerita mereka. aku langsung menutup kedua telingaku. Kedua kakakku hanya tertawa. Aku tahu mereka hanya menggodaku, tapi tetap saja aku selalu menangis tiap kali mereka melakukan itu. Aku langsung berlari mencari sekutu-ku. Ayah. Iya, aku memang si pengadu. Dan Ayah selalu membelaku. Dimarahinya habis-habisan kedua kakakku itu. Dan tangisku pun seketika berhenti. Aku menang..hehehe.
Sewaktu kecil, aku selalu suka belanja dengan Ayah. Sudah pasti, karena Ayah lebih royal :p, aku sering sekali beli boneka Barbie, tapi entah bagaimana ceritanya, rambut boneka barbie-ku cepat sekali kusut. Aku tidak suka mendandani rambut boneka Barbie yang sudah kusut, akhirnya aku selalu minta dibelikan yang baru oleh Ayah. Sekali waktu di toko mainan, Ayah melirik anak laki-laki sebayaku yang sedang asyik mencoba mainan mobil yang dikendalikan remote control. Ayah ingin membelikan itu untukku. Jelas aku lebih suka Barbie. Tapi kata Ayah “sesekali kamu beli mainan mobil-mobilan ya, jangan boneka terus” .
Dalam hati aku tersenyum, aku tahu, punya 3 anak perempuan membuat Ayah tidak punya kesempatan membelikan mainan mobil-mobilan. Aku pun mengangguk setuju dan aku cukup menikmati main mobil-mobilan bersama Ayah.
Terlalu banyak kenangan masa kecil yang kulewati bersama Ayah. Mungkin Ayah sendiri sudah lupa sekarang, walaupun aku tahu pasti di antara kami sekeluarga, ingatan Ayah lah yang paling kuat. Terima kasih Ayah, karna telah membiarkan anak perempuanmu ini melewati masa kecil yang selalu manis untuk diingat. Sampai sekarang J
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
0 komentar:
Posting Komentar