Lihat dirimu. Pohon tua yang menahan ku di semua waktumu. Rantingmu mencengkram tubuhku terlalu keras. Aku sakit. Lihat aku. Aku memang dedaun yang tak setia. mengering sebelum kemarau tiba dan jatuh luruh bersama hujan
Tapi tanah tak mengijinkanku untuk pergi jauh. Aku tetap melekat, tepat di sebelahmu berpijak, menatapmu dari bawah sampai waktu menghancurkanku, Lebur bersama tanah, menjadi santapan mulut-mulut akarmu, dan kembali menjadi helaian daun.
Jika itu terjadi, aku memilih melekat pada rantingmu yang akan lembut menopangku, bukan rantingmu yang mencengkramku kuat.
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
0 komentar:
Posting Komentar