Rabu, 15 Desember 2010

Menciumi Hujan


Aku suka hujan. Aku suka bau hujan yang membentur tanah basah. Wanginya menenangkan. Tidak heran hujan bisa sewangi itu. Kau tahu komposisi air hujan? Hujan terdiri dari sekumpulan air yang menguap ke langit menjadi awan lalu tumpah menjadi titik-titik air. Sekumpulan air seperti air laut + air sungai + air kolam + air selokan + air danau + genangan air di jalan + air mata. Iya air mata. Banyak manusia menangis di bawah hujan, dengan begitu mereka tidak perlu susah payah menyeka air matanya. Semua air matanya akan luruh jatuh bersama hujan. Jatuh ke tanah, kadang ikut mengalir ke selokan, menuju ke laut luas lalu menguap ke atas langit dan turun kembali menjadi hujan.

Pantas aku menyukai hujan. Di tiap titik-titik hujan yang berderap di bumi, di situlah mengalun banyak cerita, banyak kisah banyak luka. Coba dengarkan perlahan. Hujan mengajakmu bercerita. Kau hanya perlu memasang telingamu lekat-lekat. Ritmenya tiap saat berganti. Kadang angin menyeretnya terlalu keras lalu hujan membalasnya dengan jatuh lebih banyak dan mendentum lebih keras ke tanah. Itu adalah luapan emosinya.

Lihat, kadang hujan menghadiahkan kita pelangi. Bentuknya tidak vertikal, tidak horizontal tapi membentuk lengkungan. Seperti garis bibir yang sedang bersedih. Tapi dia punya banyak warna. Merah jingga kuning hijau biru nila ungu semua berpadu menjadi satu lengkungan indah. Seperti ia ingin mengatakan bahwa sedih itu indah. Luka itu indah. Air mata itu indah.

Jadi..apa kamu mulai menyukai hujan? J



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

2 komentar:

yisyisyis mengatakan...

aku suka, aku suka, aku suka hujan. selain bisa menghapus air mata, juga bikin gag ketahuan kalo pipis di celana (pengalaman pribadi)

-IrmaTHREEA- mengatakan...

iya bener....air mata + air pipis + air keringat = hujan...huwoowww...*langsung mengurungkan niat minum air hujan*

Posting Komentar