Ingin sekali bercerita tentang nenekku. Ibu dari ayahku. Ia adalah wanita yang kuat. Sangat kuat. Dari rahimnya, lahir 11 orang anak, tapi percaya atau tidak, sampai ia menginjak usia 78 tahun ini, beliau masih hafal tanggal lahir, hari, jam dan weton ke-11 anaknya! Dia juga hafal semua nama cucu dan cicitnya.
Yang paling menarik dari nenekku adalah, dia sangat hafal nama-nama artis, perannya di sinetron, hafal tiap episode beberapa sinetron yang ia tonton, tahu kehidupan selebritis, masalah politik di Indonesia sampai nama-nama tokoh politik! Sering aku dibuat bengong kalau beliau sedang cerita tentang ini itu. Bagaimana beliau bisa tahu semua itu sedangkan aku sendiri yang masih muda nggak pernah hapal, apalagi memperhatikan.
Dari lahir aku memang sudah tinggal jauh dari nenek. Kurang lebih 7 jam perjalanan jarak tempat tinggal kami, ini yang membuatku jarang menemui nenek. Bisa dihitung mungkin hanya 2 atau 3 kali dalam setahun aku menemui nenek. tapi ada banyak cerita tentang beliau yang tak akan habis aku kenang seumur hidupku.
Tiap lebaran aku pasti selalu mudik ke rumah nenek. sama seperti keluarga muslim lainnya, kami pun punya acara ritual sungkeman setiap lebaran.
Satu persatu dari mulai anak tertua sampai yang paling muda, lalu cucu dari anak tertua sampai yang paling muda semuaanya sungkem ke nenek. meminta maaf atas semua salah dan dosa kita selama ini. dan pastinya di dalam sungkeman itu, nenek selalu memberikan wejangan atau nasehat kepada kami semua, tidak terkecuali aku.
Dulu waktu masih kecil, tiap kali sungkeman, nenek selalu bertanya, “cita-cita kamu apa?” dan aku selalu menjawab “dokter” seperti cita-cita kebanyakan anak kecil lainnya. Nenek lalu bilang “semoga kamu bisa jadi dokter umum..”katanya sambil tersenyum.
Setelah besar ternyata aku memilih jurusan yang lain, aku dan nenek sama-sama tahu kalau aku tidak akan mungkin menjadi dokter umum. Setelah itu, tiap kali sungkeman lebaran, wejangan nenek padaku pun berganti.
“semoga kamu dapet suami dokter umum..” begitu kata nenekku sungguh-sungguh. dan selama bertahun-tahun sampai lebaran kemarin pun, wejangan itu yang selalu nenekku katakan kepadaku. Aku pun sempat bercanda dengan nyeletuk “tapi mbah..sekarang dokter umum juga nggak terlalu laku mbah, sekarang dokter spesialis yang laku”
Nenekku pun hanya tertawa.
Nenekku juga suka menulis. Aku senang kami punya hobi yang sama. tanteku pernah menemukan buku, semacam buku harian nenek. di situ beliau menulis beberapa kejadian dalam hidupnya. Tidak banyak memang, tapi aku tidak menyangka ternyata ada salah satu kisah tentangku yang beliau tulis.
Kurang lebih 9 tahun yang lalu, tepatnya ketika aku masih kelas 2 SMP, aku sakit dan harus di bawa ke Jakarta untuk dilakukan operasi.
Beliau menulis “hari ini Irma operasi. Saya sedih sekali, tadi saya telpon katanya operasi belum selesai, tapi tidak lama saya ditelpon katanya operasi sudah selesai. Saya berdoa semoga Irma cepat sembuh.”
Ketika tante saya menceritakan ini, nenek sedang terbaring di rumah sakit. Rasanya sedih campur terharu ketika tahu nenek pernah menulis seperti itu di buku hariannya. Aku memang jarang sekali bertemu dengan nenek, tapi kasih sayang nenek padaku benar-benar luar biasa.
Tepat tanggal 9 Desember 2010 kemarin, nenek tiada, setelah 2 minggu lebih terbaring di rumah sakit. Banyak sekali hutangku pada nenek yang belum terbayar. Pernah dulu ketika sedang bersamaku, Beliau berbicara padaku tapi seolah-olah bertanya pada Tuhan, “kira-kira mbah masih ada nggak ya nanti kalau Irma menikah?”
Diantara kakak2ku memang cuma aku yang belum menikah. Ternyata ini jawaban dari Tuhan. Jangankan menikah, aku saja belum pernah mengenalkan siapapun kepada nenekku.
2 minggu sebelum nenekku meninggal, ketika matanya masih mampu terbuka lama sebelum akhirnya semakin jarang terbuka dan sekarang sudah tidak dapat terbuka lagi, aku sempat duduk di samping tempat tidurnya. Nenekku sudah tidak bisa berjalan, atau duduk, beliau hanya terbaring berhari-hari di tempat tidur. Aku tidak bisa berkata apa-apa. Hanya bisa memandangnya sambil tersenyum. Nenekku pun balas tersenyum lama. Dan itu senyum terakhirnya padaku.
Doaku untuk nenekku tersayang…Semoga Di Sana…Tuhan bisa membuatmu tersenyum lebih lama. Amin.
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
1 komentar:
irma irma irma, aq turut berduka ya,,
telat ya, aq juga taunya waktu baca blog mu ini..
moga beliau diterima di sisi NYA, amin..
lanjutkan cita-citanya jadi istri dokter..
Posting Komentar