Rabu, 02 Maret 2011

Single Dady in Love-Korean Drama



Single dady in love ini adalah drama korea kedua setelah endless love yang bikin aku mewek. Sedih banget! Sebenernya ada juga yang nge-review drama ini ceritanya biasa aja dan alur ceritanya lambat. Tapi menurutku drama ini cukup bagus, alurnya juga wajar untuk drama 16 episode.


Kisahnya emang tragis. Jadi ini kisah tentang seorang cowok bernama pungho (oh ji ho). Dia menikah dengan soi (kang sung yun), dan punya anak 1, cowok, namanya san (ahn do gyu). Karena penghasilan keluarga ini cuma bergantung dari punghou yang seorang petinju amatir, mereka akhirnya hidup pas-pasan. Ini yang membuat soi nggak betah, karena dia sendiri punya mimpi besar untuk menjadi seorang pianis terkenal dan mimpi itu nggak bisa dia dapatkan kalo dia masih hidup bersama punghou. Akhirnya dengan tega dia meninggalkan punghou dan anaknya yang masih bayi demi mengejar mimpinya itu.


Nah, kisahnya dimulai dari sini, dimana si punghou akhirnya menjadi single dad yang membesarkan anaknya sendiri. Sampai sewaktu si anak udah berumur 7 tahun, dia ketemu sama seorang cewek bernama Hari (heo yi jae) secara nggak sengaja. Di awal kenal memang ada aja yang buat mereka berantem sampai akhirnya masing-masing sadar kalo mereka saling suka. Sialnya, ayah si Hari yang juga single dad itu sebentar lagi akan menikah dengan seorang cewek yang ternyata adalah soi. Mantan istri punghou. awalnya punghou nggak tau hal ini, sampai akhirnya dia dikasih tau sama mantan istrinya itu. Akhirnya punghou mati-matian menghindar dari Hari. di sisi lain, Hari yang nggak tahu apa-apa ngerasa bingung dengan perubahan sikap punghou. Ayah dari Hari yang dari awal sudah tidak menyetujui hubungan mereka karena perbedaan status sosial dan status punghou yang udah pernah menikah dan punya anak satu, lebih nggak setuju lagi begitu tahu ternyata punghou ini adalah mantan suami tunangannya itu.


Kisah cinta ini makin seru karena ada momen-momen sedih kayak san, anaknya punghou yang divonis sakit kanker otak dan harus operasi, sedangkan satu-satunya dokter yang bisa mengoperasi cuma ayahnya Hari yang selama ini nggak suka sama Punghou. Parahnya lagi, ternyata si Punghou juga divonis sakit yang sama kayak anaknya.


Yang bikin sedih itu waktu ngeliat hubungan si punghou sama anaknya ini. chemistry-nya dapet banget! Acting bapak-anak ini yang bikin nangis. Sedih banget! paling kasian emang tokoh si punghou ini. udah ditinggal istrinya, begitu dia suka sama cewek lain, eh ternyata si cewek itu ternyata adalah calon anak tiri mantan istrinya, udah gitu anaknya divonis kanker otak, begitu anaknya udah sembuh, giliran dia yang divonis kanker otak. Akhir dari cerita ini emang sengaja dibuat nge-gantung. Kita nggak bisa bener-bener tau si punghou akhirnya meninggal atau nggak. Mungkin karena etika film juga kali ya, demi menghargai mereka yang memang bener-bener divonis kanker otak.


Bagusnya film ini selain dari segi cerita adalah, nggak ada peran antagonis. Walaupun kelihatannya soi jahat, tapi dia nggak ditampilkan kayak nenek lampir yang jahat gitu. Selama ninggalin anaknya, dia juga dihinggapi rasa bersalah terus menerus sampai akhirnya dia pengen menebus rasa bersalahnya itu. Jadi, cerita yang mengalir terlihat wajar dan nggak dibuat-buat. terus satu lagi! Oh ji ho ganteng banget!! Hihi, kayaknya dia itu blasteran deh bukan korea asli. Secara rata-rata actor korea kan cantik-cantik alias pretty boy gitu..tapi kalo si oh ji ho ini beda. Dia itu…ganteng! postur-nya juga cocok buat jadi petinju. Pokoknya serial drama ini recommended banget buat yang suka drama-drama korea yang sederhana tapi menyentuh!



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 komentar:

Posting Komentar