Aku ini kenapa. Hatiku ini kenapa. Kau yang menemani kaki ini melangkah. Menjaga agar jalanku tak terseok kerikil cadas. Matamu yang selalu memperhatikan tiap kata yang kuucap. Banyak orang mendengarkan mulut berbicara, tapi mata mereka tidak memperhatikan. Tapi kamu tidak. Oh bahkan aku tidak bisa menghitung berapa kali kau menopangku ketika jatuh. Dan bahumu…Apa kabar bahumu? Apa terlalu lelah menjadi tempatku bersandar?
Tapi sungguh aku pun heran pada hatiku. Kenapa tidak bisa jatuh pada sosok seperti kamu. Kenapa malah berlarian mengejar mereka yang membuatku luka? Apa karena aku melihatmu, dengan name tag besar melekat di keningmu… “S.O.B.A.T”.
Rasanya aneh. Pedih. Luka. Ketika kau mengucap cinta. Ketika menyadari bahwa gerikku selama ini adalah boomerang di hatimu. Sobat, pasti sekarang kau mulai lelah. Benar-benar lelah menemaniku berkelana. Pasti sekarang name tag-ku adalah “T.E.G.A” bagimu. Tapi ini caraku menebus rasamu.
Aku bukan bersembunyi dari matamu, aku hanya ingin menjaga hatimu. Supaya gerikku tak lagi membuatmu luka. Kau tahu sendiri, kebiasaanku aneh. Aku kerap melempar sembilu. Ke segala arah. Tanpa aku sadari. Dan akhirnya jatuh di hatimu. Membuat luka.
Sekarang kita bersua tanpa suara, jangan khawatir sobat, aku tetap memantaumu dari kejauhan, sekedar mencari tahu apakah hari-harimu masih menawanmu dalam galau. Hidup memang rumit, seperti labirin, maka pandanglah dari atas, tetapkan matamu ke bawah, lihat baik-baik, kau kan segera menemukan jalannya. Semoga saja. Aku tetap berdoa dari jauh.
Free Template Blogger
collection template
Hot Deals
BERITA_wongANteng
SEO
theproperty-developer
Minggu, 07 November 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar